Pendidikan Agama Dalam Keluarga

Pendidikan Agama dalam keluarga menempati posisi yang strategis di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia yang sedang membangun, karena keluarga merupakan lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah bersatu. Ia pun merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat yang pada gilirannya bisa mengubah bangsa besar di kemudian hari.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana supaya anak didik bisa mengembangkan potensi dirinya ke arah yang lebih baik. Untuk menuju ke arah tersebut, agama merupakan salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian. Agama perlu dikenalkan kepada seluruh angota keluarga, terutama kepada anak sejak masih dini bahkan ketika masih dalam kandungan. Pendidkan agama dalam keluarga bisa melalui kebiasaan-kebiasaan baik maupun melalui prilaku baik yang dilaksanakan oleh seluruh anggorta keluarga, terutama ayah dan ibu.

       Dengan adanya pendididikan agama dalam keluarga diharapkan anak-anak Indonesia sekarang menjadi anggota masyarakat yang berguna dan insan saleh di kemudian hari. Anak-anak mempunyai potesi yang maha besar untuk dikembangkan bahkan di kemudian hari karena merekalah yang akan mengukir sejarah hidup baru. Kehidupan manusia di kemudian hari ditentukan dengan bagaimana pendidikan anak pada saat ini.

       Benar sekali sabda Rasulullah saw. “Didiklah anak-anakmu, sesungguhnya mereka dijadikan untuk menghadapi zaman yang tidak sama dengan zaman kamu”.

       Pendidikan agama dalam keluarga dicontokan oleh Nabi Muhammad saw. Sebagai pendidik dan pembawa risalah, beliau mengajak dan mendidik keluarganya, maka muncullah kaum muslimin yang pertama kali menerima pendidikan darinya, yaitu Siti Khadijah, Ali bin Abi Thalih, Zaid bin Harits, Abu Bakar al-Shiddik, dan lain-lain. Selanjutnya beliau mendidik kepada keluarga dekat dan anggota masyarakat lainnya yang diawali dengan firman Allah swt.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ

        “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (Q.S. al-Syura; 214).

            Dengan demikian, tidak ada yang lebih diharapkan selain bangsa ini lebih memperhatikan pendidikan agama dalam keluarga.

1 komentar pada “Pendidikan Agama Dalam Keluarga”

  1. Pingback:Tanggung Jawab Orang Tua | RA AL-HIDAYAH BANJARAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *