menikah, sunnatullah, hukum islam

Hikmah Menikah

       Setiap manusia mempunyai syahwat kepada lawan jenisnya, kecuali yang abnormal dari kalangan homo dan lesbi. Syahwat tersebut mempunyai kekuatan yang maha dahsyat dan berkeinginan untuk mencari jalan keluar yang alami dan biologis. Apabila tidak disalurkan dengan cara yang terhormat, nah … nah … nah… ia akan menerobos mencari jalan yang kurang baik. Na’udzu billahi min dzalik. Pernikahanlah satu-satunya cara yang mulia untuk menyalurkan hasrat biologis tersebut karena ia merupakan sunnatullah yang berlaku pada semua makhluknya, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.

       Pantas sekali para ulama mendefinisikan nikah sebagai “akad atau ikatan yang melahirkan bolehnya hubungan suami dan istri dengan menggunakan kata nikah atau tazwij”. Namun secara sosiologis, pengertian nikah lebih menitikberatkan pada tujuan “membentuk rumah tangga atau keluarga bahagia dan kekal”. Tujuan ini pula yang diadopsi oleh Undang-undang Perkawinan di Indonesia dengan mendasarkan perkawinan sebagai “ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

       Tidak semata-mata Islam dan Negara memperhatikan pernikahan, melainkan hikmahnya begitu besar dan sangat mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Bagi yang penasaran, nih … saya uraikan hikmah menikah, yaitu :

  1. Menyalurkan naluri seks secara benar. Kita mengetahui – bagi yang sudah menikah bias merasakan – bahwa setiap manusia mempunyai syahwat yang kuat kepada lawan jenisnya. Apabila tidak disalurkan, manusia akan mengalami kegoncangan, kekacauan, dan pikirannya seringkali terganggu. Dengan nikah, jiwa menjadi tenang, badan segar, mata terpelihara dari yang haram, dan perasaan menjadi senang menikmati barang yang halal.

  2. Melahirkan keturunan yang mulia dan terhormat. Mempunyai keturunan yang terhormat merupakan dambaan dan harapan setiap keluarga. Nikah merupakan cara terbaik untuk membuat anak-anak menjadi mulia dan terhormat, memelihara nasab, dan melestarikan spesies kehidupan manusia. Tentu ini berbeda sekali dengan binatang yang tidak jelas ayah dan ibunya, namun tetap harganya mahal. Berbeda dengan manusiaayang tidak tentu nasabnya akan kurang berharga di mata masyarakat.

  3. Menumbuhkembangkan naluri kebapaan dan keibuan. Dengan nikah naluri tersebut semakin cepat tumbuh melengkapi kehidupan keluarga. Hidup bersama anak menumbuhkan perasaan sayang, cinta, dan ramah yang merupakan kesempurnaan hidup manusia.

  4. Menimbulkan perasaan tanggung jawab. Laki-laki yang sudah beristri dan mempunyai anak mempunyai perasaan tanggung jawab terhadap istri dan anaknya. Tanggung jawab tersebut mendorongnya bekerja lebih keras dan cekatan untuk memenuhi tanggung jawabnya sehingga kekayaan akan lebih mudah terkumpul pada orang yang sudah berumah tangga dari pada bujangan. Orang Sunda mengatakan “teu aya bujangan nu beunghar” artinya tidak ada perjaka yang kaya.

  5. Pembagian tugas. Perasaan tanggung jawab yang dimilki suami dan istri akan melahirkan pembagian tugas yang harmonis dan serasi dalam kehidupan tumah tangga. Suami bekerja mencari nafkah, istri mengurus rumah tangga dan memelihara anak serta mendidiknya. Kehidupan akan semakin indah dan dirasakan ringan bila ada kerja sama yang baik. Menggendong anak akan lebih mudah dikerjakan oleh istri, tetapi memperbaiki genteng yang bocor tentu oleh suami.    Masih banyak hikmah nikah yang belum terungkap dan ya … namanya juga hikmah, tidak semua keluarga bisa mendapatkan semuanya, tapi cukup lumayan untuk sebagiannya. Bila tidak mendapatkan semuanya, maka jangan tinggalkan semuanya.     Nah … bagi para bujangan yang sudah mampu, cepat-cepatlah membentuk dan membina keluarga bahagia biar kecipratan hikmahnya, bukankah sudah mengetahui tips memilih istri.

1 komentar pada “Hikmah Menikah”

  1. Pingback:Tips Memilih Istri | RA AL-HIDAYAH BANJARAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *